Begini Video Diskriminasi Warga AS terhadap Muslim


Diskriminasi terhadap Muslim di Amerika Serikat ternyata masih terus terjadi. Banyak kasus terjadi yang dilatarbelakangi kebencitan terhada Muslim. Kasus yang pernah terjadi bahkan begitu memprihatinkan. Sebagai contoh, seseorang pernah didorong hingga terjatuh ke rel kereta api hingga kereta hampir menabraknya di sebuah staisun kereta bawah tanah.

Untuk melihat seberapa banyak orang bertindak diskriminatif terhadap Muslim di AS, stasiun televisi ABC membuat sebuah eksperimen kecil lewat program What Would You Do?. Mereka memasang video di sebuah toko makanan untuk merekam kejadian yang berlangsung.

Mereka memasang dua orang sebagai aktor yang akan beraksi seolah-olah terjadi perlakuan diskriminatif. Salah satu bertindak sebagai seorang penjaga toko yang merupakan Muslim. Seorang lainnya beraksi sebagai seorang pelanggan yang tidak mau dilayani oleh penjaga toko itu hanya karena dia Muslim. Video kemudian akan merekam reaksi orang-orang di sekelilingnya.

Reaksi yang muncul beragam. Ada yang pro terhadap si pelanggan ada pula yang menolaknya. Bahkan ada pelanggan yang membela Muslim itu.

Seseorang yang sependapat dengan si pelanggan terlihat setuju bahwa Muslim itu seharusnya tidak berada di AS. Antara lain karena ia mengeruk uang di AS dan membawanya pulang ke negara asalnya.

Ada pula yang amarahnya meledak-ledak menyaksikan ulah si pria dan memakinya. Ada pula perempuan yang tampak shocked melihat kajdian itu.

Satu adengan yang mencengangkan terlihat ketika seorang tentara masuk ke toko itu dan melihat si aktor pelanggan melakukan tindakan rasialis. Kontan tentara itu marah dan mengusirnya ke luar. Sang pejagat toko tidak layak mendapat perlakuan seperti itu karena bertentangan dengan tujuan negara AS yang bebas dan melindungi hak semua orang.

“Kami tentara harus melindungi semua orang, tak peduli siapa dan apa mereka,” tegas sang prajurit.

Setiap orang dan reaksinya yang direkam kemudian diwawancarai oleh reporter ABC itu dan ditanya lebih jauh mengenai alasan ia bersikap demikian. Video itu kemudian ditayangkan di situs Upworthydan juga dipublikasikan di YouTube.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

LANGUAGE